"Big Baby" H3, Mobil SUV ala MIliter dari Hummer

Zulfirman.com – Sebelum membicarakan “Big Baby” H3, ada baiknya kita telusuri kembali sedikit sejarah Hummer. Seperti kita ketahui Hummer pertama kali muncul karena keterlibatan Amerika Serikat (AS) pada Perang Teluk awal 1990. Bernama asli HMMWV (High Mobility Multipurpose Wheeled Vehicle) popularitasnya menanjak usai agresi Negeri Paman Sam, dan sosoknya yang ‘macho’ membuat banyak kalangan yang berminat. Sayangnya, pada saat itu Hummer adalah kendaraan khusus militer AS yang tidak dijual kepada pihak sipil.

Keadaan tersebut hanya berlangsung 2 tahun, banyaknya permintaan membuat AM General memutuskan untuk melahirkan versi non militer bernama H1. Spesifikasinya kala itu dibuat sama persis dengan versi militer. Namun banyak keluhan datang dari konsumen karena H1 kurang cocok digunakan sehari-hari serta harganya mahal.

Evolusi terus berlanjut, General Motor (GM) melansir H2 yang notabene sebagai penyempurnaan H1. H3 sendiri dilansir dengan konsep yang lebih kompak dari senior-seniornya. Bentuknya tampil dengan dimensi paling kecil dari keluarga Hummer, ruang interior ergonomis dan murah harga jualnya.

Eksterior dan Interior “Big Baby” H3

Sebutan ‘Baby Hummer’ datang karena dimensinya paling kecil dikeluarganya. Memiliki perbedaan panjang 81 mm, lebar 165 mm dan tinggi 84 mm lebih kecil dibandingkan dengan H2. Kesan pertama terlihat aneh karena memang terlihat ‘kecil’untuk ukuran Hummer. Namun lambat laun aura ‘macho’ dengan garis komando yang kental tersimak. Karena praktis memang desainnya tak berbeda jauh dengan H2, bedanya tambah kompak. Untuk Anda ketahui, H3 tercipta atas gabungan varian andalan milik GM.

Platform H3 diambil dari Chevrolet Colorado dam GMC Canyon mid-size pickups. Tujuannya tak lain membentuk sebuah mobil yang memiliki kemampuan off-road yang sangat menyenangkan namun tetap memberikan sebuah kenyamanan, kemewahan, juga memberikan kesan akhir petualangan serta gaya hidup.

Komposisi kursi H3 sama dengan layaknya sebuah MPV yakni 2+3. Demikian juga dengan sisi fungsionalnya, konfigurasinya jok belakang yang 60/40 dapat dapat dilipat rata,. Alas bagasi hingga punggung kursi terbuat dari bahan campuran karet dan plastik. Dengan demikian Anda tak perlu takut kotor setelah ber-off road karena bahan ini bisa dibersihkan akibat lumpur sekalipun. Fitur-fiturnya sendiri tergolong user friendly dan ergonomis.

Anda praktis akan dengan cepat beradaptasi mengoperasikannya. Pusat kontrol terkonsentrasi pada bagian tengah mulai dari AC, head unit hingga tombol-tombol pengoperasian transfer case. Jok depan memiliki bentuk semi bucket dilengkapi fitur pengaturan elektrik dan pemanas.

Jangan ragukan masalah ruang kakinya, karena Anda dapat mengatur posisi sebebas Anda suka tanpa mengganggu penumpang lain. Pada sisi pengendaraan, visibilitas tampak baik dengan posisi cukup tinggi. Sedikit catatan, material plastik yang terdapat pada door trim tampak murahan, apakah ini bagian dari meminimalisir harga jual? Sayang rasanya untuk sebuah kendaraan dengan harga lebih dari Rp 1 Milyar. Tak lupa, H2 memiliki sunroof yang terintegrasi dengan apik pada plafonnya.

Mesin dan Sistem penggerak “Big Baby” H3

H3 diperkuat dengan mesin 5 silinder segaris DOHC 40 katup. Mesin ini dapat mendistribusikan tenaga sebesar 220 tk pada 5.600 rpm dan torsi 305 Nm pada 5.250 rpm. Masih seperti pendahulunya, H3 mengandalkan sistem full time 4×4, dengan pembagian gerak 40 % roda depan dan 60 % roda belakang. Di jalan aspal mulus maupun trek berlumpur, seluruh roda berfungsi sebagai penggerak, sehingga traksi H3 selalu optimal dalam berbagai kondisi pemakaian. Pengopersiannya bisa dengan mudah diaplikasikan melalui tombol-tombol di tengah dasbor.

Selain itu, H3 juga dilengkapi fitur kontrol traksi yang bekerja sama dengan perangkat ABS 4 kanal buatan Bosch. Sistem ABS-nya sendiri dapat bekerja dalam kondisi on road dan off-road. Satu fitur khusus lain adalah sistem kontrol traksi TC2 yang lebih banyak wheel slip-nya untuk pemakaian di daerah berpasir dan desert racing. Sebagai power train, digunakan girboks otomatis 4 kecepatan dengan kontrol elektrik.

On The Road performa “Big Baby” H3

Mungkin orang langsung bertanya, apakah mesin dengan tenaga 220 tk cukup untuk sebuah SUV dengan total bobot 2,3 ton? Untuk dapat mengetahui hal tersebut kami mencoba membuktikannya. Memang tidak semua karakteristik jalan yang dilalui saat first drive.

Namun dapat disimpulkan bahwa tenaga mesin terbilang cukup memadai. Tenaganya terasa cukup padat pada setiap putaran, baik low end dan high end. Jujur berkata, keluarga Hummer memang bukan diciptakan untuk dapat berakselerasi cepat, dan dengan tenaga demikian sudah merupakan toleransi terbaik untuk sebuah SUV yang bongsor.

Menarik disimak, H3 memiliki radius putar yang tergolong kecil, membuat H3 lincah dikendarai. Keuntungan lain tentunya memiliki nilai positif dalam hal parkir, sangat penting untuk digunakan dalam perkotaan padat seperti layaknya Jakarta.

Kendati platform-nya mobil cross country sejati, mengendarai H3 di jalan aspal terasa seperti sedan. Dengan mantap mobil dapat dikemudikan tanpa gejala-gejala negatif pengendaraan yang berarti. Stabilitas sepertinya hadir berkat dukungan jarak pijak dan sumbu roda yang dimiliki oleh H3. Meski memiliki bodi tinggi, H2 memiliki jarak pijak lebar, yakni hampir 1,65 meter dan jarak sumbu roda 2.842 mm.

Sayangnya, karena ketebatasan ‘perjanjian’ medan off-road tidak dapat kami lalui. Namun menurut klaim dari GM, H3 memiliki daya jelajah yang rata-rata sama dengan para pendahulunya. Menaklukan tanjakan dengan kemiringan 31°, melintasi lereng curam dan menerjang atau melintasi air hingga ketinggian 61 cm serta menerobos pasir dalam high speed desert runs. Secara kasat mata hal tersebut juga dapat terlihat ketika menyimak desain.

Overhang depan dan belakang memiliki disain sangat pendek dengan ukuran tidak sampai 1 meter atau sekitar 80 cm, hal ini sangat berguna ketika menghadapi kontur ekstrem di trek off-road. Belum lagi ditambah lock-differential yang memisahkan sumbu belakang dan depan agar kualitas berkendara pada medan tidak rata, terjaga dengan baik.

NILAI JUAL “Big Baby” H3

Bila sudah berbicara di jenjang kendaraan mewah seperti Hummer uang rasanya bukan faktor utama. Para peminatnya pastilah sudah berada di kalangan atas yang mencari sensasi atau ingin menuangkan adrenalin dengan kendaraan. H3 ditawarkan IU (Importir Umum) Ivan’s Motor dengan harga Rp 1,250 milyar. Harga tersebut rasa-rasanya pantas dikeluarkan demi menebus ketangguhan.

KESIMPULAN “Big Baby” H3

Butuh SUV kompak dengan nuansa garis komando yang kental layaknya kendaraan militer khas AS? H3 adalah satu-satunya jawaban pasti, bukan malah Nissan X-Trail, Mobil Suv Paling Tangguh dan Nyaman yang diperuntukkan buat keluarga 😀

PLUS MINUS “Big Baby” H3

  • Plus : daya jelajah, stabilitas, desain, dan mesin
  • Minus : material interior terlihat murahan
Berkomentar yang Sopan di bawah ini 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here