New Range Rover, Istimewa di jelajah off road, Mewah sekelas sedan
New Range Rover, Istimewa di jelajah off road, Mewah sekelas sedan

Zulfirman.com – Sejak seri I hingga II, kekuatan inti Range Rover terletak pada kemampuan jelajah off road istimewa yang disertai kemewahan sekelas sedan papan atas. Dalam kedua soal tersebut, tidak ada keraguan sedikit pun terhadap Range Rover. Namun lain ceritanya jika berbincang soal on road performance. ‘Serasa naik perahu yang bergoyang-goyang,’ kata seorang penggunanya. Itu sebabnya penyempurnaan New Range Rover-yang paling revolusioner–terfokus di sektor on road refinement.

Dilihat dari mana pun, mobil ini langsung bisa dikenali sebagai Range Rover. Tak lain karena disainnya seperti Range Rover Classic versi milenium terutama jika diamati dari arah samping. Dibanding Classic, New Rangie memiliki beltline yang lebih tinggi, bodi samping flat, dan side power vents dengan finishing Brunel.

Singkat kata, sosok New Rangie terukur serba lebih-tingginya, lebarnya dan panjangnya–daripada generasi pertama dan kedua. Bahkan dengan bodi monokok dan suspensi independen, celah tanah New Rangie masih lebih baik dibanding saudara-saudaranya (Rangie seri II dengan 214mm vs 281mm untuk Rangie seri III).

Baca juga review : Nissan X-trail, mobil SUV Paling tangguh dan nyaman

Dibanding generasi terdahulu, ruang kabin New Rangie terasa ‘lain.’ Garis-garis disain interiornya lebih banyak didominasi unsur straight. Rupanya itu hasil adaptasi disain audio equipment, ocean going yacht, first class airline seating, fine furniture, dan jewelry yang diramu jadi satu. Panel-panel model flat dengan sentuhan logam mendominasi dasbor pada beberapa bagian. Untuk New Rangie varian High Line dengan MFD (multi function display), bagian tengah dasbor dihuni layar LCD yang menayangkan aneka fungsi dan info penting serta navigasi on road/offroad. Anda juga bisa menonton siaran televisi dengan catatan; kendaraan sedang diam.

Bodi bongsor dan penambahan jarak sumbu roda menghasilkan ruang kepala dan kaki lebih lega. Kenyamanan interior bertambah dengan jok berlapis kulit Blenheim atau Oxford yang terasa firm saat diduduki. Firm seat? Ya, Anda memang harus membiasakan diri dengan cushion jok mobil Eropa. Kedua jok depan dilengkapi side padding dan lumbar support. Jok pengemudinya sendiri memiliki banyak tombol kontrol untuk mencapai posisi duduk paling optimal. Satu ciri khas Rangie adalah posisi duduk commanding view sehingga Anda bisa melihat seluruh bagian kap mesin, mudah memantau ujung-ujung bodi, dan memiliki daya pandang luas ke segala arah.

Untuk mengetahui kinerja New Rangie di bidang on road, kami┬ámelakukan first drive New Rangie seputar Kramat Raya-Kemayoran. Ketika melaju di tengah keramaian lalu lintas kawasan Senen, kabin New Range Rover terasa hening dan senyap seperti studio musik. Yang terdengar hanyalah engine growl di depan dan exhaust tone di belakang. Pada kecepatan 120km/jam, tidak ada wind noise yang biasanya bersiul di pilar A. Walau demikian, masih ada suara luar yang ‘bocor’ menembus kabin seperti raungan knalpot bajaj atau motor.

Untung saja jalan-jalan di Jakarta tidak semuanya mulus, jadi masih ada kesempatan untuk mencoba performa suspensi udara New Rangie. Di jalan mulus maupun rusak, seting suspensi terasa sama; soft and smooth tanpa disertai gejala limbung. Pemakaian ban besar dan tipis-berukuran 255/55 R19-tidak banyak mempengaruhi bantingan suspensi. Bicara soal jalan jelek, New Rangie sempat diajak “melahap” lintasan bumpy yang kasar berbatu dan naik trotoar.

Hasilnya? Anda seperti terbang melayang di atas keduanya. Kecuali ketika New Rangie ‘bertemu’ batu berukuran ekstrem, baru terasa gejala bottoming. Selama perjalanan, gejala body oscillation seperti bounching maupun pitching dapat diredam oleh bodi dan suspensi udara yang mempunyai fitur self levelling sehingga posisi kendaraan selalu rata.

Fitur lain yang juga sempat dirasakan antara lain HDC (hill descent control) dan DSC (dynamic stability control). Berbeda dengan perangkat sejenis di Freelander, HDC untuk New Rangie adalah generasi kedua yang deselerasinya jauh lebih pelan (New Range Rover 3,89km/jam vs 8,96km/jam Freelander). Juga lebih lambat dibanding HDC milik BMW X5 yang bermain di rentang 5-10km/jam. Ketika HDC diaktifkan pada salah satu turunan di Kemayoran, New Rangie melaju dengan kecepatan seperti orang normal melangkah (bukan berjalan).

Yang paling menarik tentu saja merasakan bagaimana DSC bekerja di New Rangie. Berbekal masukan dari steering angle sensor dan yaw rate sensor, DSC akan mengaktifkan berbagai kontrol yang berkaitan dengan sistem rem untuk menstabilkan posisi kendaraan. Dengan kata lain, mengeliminir gejala oversteer dan understeer sehingga pengendalian tetap balance dalam berbagai kondisi pengendaraan. Mau contoh? Bagaimana dengan tikungan tajam menyerupai tusuk konde (hairpin) yang ‘diambil’ pada kecepatan 120km/jam?

TRAINING PRODUCT KNOWLEDGE

Kecanggihan teknologi otomotif sering membuat pemakainya gatek (gagap teknologi). Mulai dari bingung membuka kunci pintu, tutup tangki BBM, sampai caranya menghidupkan sistem tata suara. Makanya, butuh ‘kuliah’ dulu sebelum mengoperasikan berbagai fitur berteknologi tinggi yang dimiliki New Range Rover.

Berkomentar yang Sopan di bawah ini ­čÖé

LEAVE A REPLY