Potret Infratruktur Medan, menuju Kota Koridor pertumbuhan ekonomi Nasional
Potret Infratruktur Medan, menuju Kota Koridor pertumbuhan ekonomi Nasional

Zulfirman.com – Medan yang merupakan peraih piala Adipura 2012  kategori kota metropolitan ini, merupakan kota multikultural dengan delapan etnis besar yakni Batak, Mandailing, Melayu, Jawa, Minangkabau, India, Tionghoa dan Nias.

Berbeda dengan wilayah Indonesia Tengah dan Timur, maka kota Medan tidak berorientasi kepada wilayah pertumbuhan Asia Timur (Pasific), tetapi menghadapkan diri kepada pesatnya pertumbuhan ekonomi di Asia Selatan, sekaligus menjadi pintu gerbang masuk dan keluarnya arus barang dan jasa Indonesia Wilayah Barat menuju Asia Selatan (terutama India), suatu wilayah pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat, kedua tertinggi di dunia setelah pertumbuhan ekonomi Republik Rakyat China.

Pertumbuhan ekonomi India yang rata-rata diatas 8% per tahun sebagai lokomotif pertumbuhan regional dan jumlah penduduk hampir 2 milyar jiwa di seluruh Asia Selatan, menjadi pasar yang sangat besar bagi hasil tanaman industry dan bahan tambang pada koridor Sumatera.

Blueprint pembangunan ekonomi Indonesia mencanangkan bahwa Koridor Sumatera kelak akan menyambung dengan koridor Jawa melalui jembatan Selat Sunda sebagai salah satu sistem dan jalur distribusi dimana salah satu pintu distribusi adalah Pelabuhan Belawan. Hal tersebut menjadikan Kota Medan berperan sebagai pusat industri, jasa, perdagangan dan keuangan Koridor Sumatera.

Pembangunan Masif Medan, Manfaat dan Masalah yang dihadapi

Potensi ekonomi kota Medan semakin nyata setelah dilakukan rekonstruksi tata ruang wilayah, dimana Bandar Udara Polonia di relokasi ke Bandar Udara Kuala Namu. Sejumlah pembangunan masif terus muncul setelah rekolasi ini diantaranya :

Pembangunan Jalan Tol Medan – Kuala Namu – Tebing

Pembangunan Jalan Tol Medan – Kuala Namu – Tebing
Pembangunan Jalan Tol Medan – Kuala Namu – Tebing (sumber : mediaindonesia.com)

Jalan tol Medan – Kuala Namu – Tebing ini merupakan upaya memperbesar volume dan efisiensi arus barang produk tanaman industri dari dan menuju hinterland kota Medan di daerah Kabupaten Simalungun, Asahan, Labuhan Batu dan sejumlah daerah lain, terutama untuk produk karet, cacao dan CPO sehingga lebih cepat sampai di Pelabuhan Internasional Belawan.

Selain itu juga tol ini juga mempercepat perjalanan menuju daerah pariwisata di Kabupaten Simalungun, Kabupaten Toba Samosir, Kabupaten Tapanuli Utara dan Tapanuli Tengah.

Akses keluar dan masuk barang dan jasa di Sumatera Utara melalui pelabuhan Internasional Belawan dan Bandara Internasional Kuala Namu dilayani oleh Tol Belawan – Medan – Tanjung Morawa – Kuala Namu – Tebing Tinggi.

jalan tol medan-kuala namu
jalan tol medan-kuala namu (sumber : waspada.co.id)

Jalan tol Medan – Kuala Namu – Tebing terbagi dalam 2 tahap yaitu :

  1. Tahap 1 : Ruas Medan – Lubuk Pakam – Kuala Namu dengan panjang sekitar 22,4 Km
  2. Tahap 2 : Ruas Lubuk Pakam – Tebing Tinggi dengan panjang sekitar 47,6 Km.

Pekerjaan terdiri dari konstruksi jalan tol sepanjang 70 Km dan fasilitas pendukungnya antara lain 6 buah simpang susun yaitu simpang susun Tanjung Morawa, Lubuk Pakam, Perbaungan, Teluk Mengkudu, Sei Rampah dan Simpang Sususn Kuala Namu serta 1 buah junction yaitu junction Lubuk Pakam Barat.

Pembangunan Jalan Tol Medan – Binjai

Jalan Tol Medan – Binjai belum bisa digunakan
Jalan Tol Medan – Binjai belum bisa digunakan per 28 Oktober 2016 (sumber : bumn.go.id)

Pekerjaan terdiri dari konstruksi jalan tol sepanjang 15,8 Km dan fasilitas pendukungnya antra lain 3 Simpang Susun yang terdiri dari Simpang Susun Tanjung Mulia, Helvetia, dan Simpang Susun Sei Semayang.

Pengembangan Pelabuhan Belawan

Pengengembangan Pelabuhan Belawan terintegrasi dengan pembangunan Bandara Internasional Kuala Namu dan pembangunan jalan tol Medan – Binjai dan Medan – Kuala Namu. Ketiga pembangunan infrastruktur tersebut berada pada periode yang sama sehingga efek sinergi terhadap pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara dan Kota Medan akan menjadi sangat besar.

Pengembangan Pelabuhan Belawan
Pengembangan Pelabuhan Belawan

Pelabuhan Belawan yang terletak di Selat Malaka merupakan pelabuhan terbesar di wilayah barat Indonesia dan ketiga terbesar setelah Tanjung Priok dan Tanjung Perak, akan dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat melayani kapal container generasi kelima.

Rencana pembangunan Pelabuhan Belawan antara lain berupa penguatan dermaga lama, pengembangan terminal peti kemas Gabion, pengembangan alur pelayaran, pengembangan pelabuhan curah dan penambahan fasilitas pendukung bongkar muat.

Jalanan Banyak Berlubang, Korban pun Melayang

Berdasarkan investigasi ke lokasi sekitar area pembangunan jalan tol, beberapa masyarakat banyak yang mengeluhkan kurangnya perhatian oleh pihak pemborong jalan tol tersebut. Akibat adanya proses pembangunan ini, jalan-jalan yang dilalui truk yang mengangkat material untuk proyek jalan tol mengalami kerusakan parah dan membuat polusi udara. Kerusakan jalan ini juga sudah memakan korban kecelakaan tunggal karena adanya lobang besar di jalan.

Dari penelusuran, masyarakat setempat sudah beberapa kali mereka melakukan aksi demo sehingga masalah ini sudah dirapatkan di DPR, tetapi sampai saat ini pihak pemborong belum ada sekalipun terlihat kebijakan nyatanya untuk pemeliharaan jalan.

Saya berharap masalah ini segera teratasi tidak hanya di sekitar area Kelambir V melainkan area-area lainnya yang terkena dampak proyek pembangunan jalan tol.

Lokasi pembangunan jalan Tol binjai-belawan di jln.klambir V
Lokasi pembangunan jalan Tol binjai-belawan di jln.klambir V

Proyek Drainase “Siluman” dimana-mana, dan Banjir Semakin Menggila

Sungai-sungai yang melintas di Medan memiliki pengaruh sosial ekonomi dan lingkungan yang cukup besar pada perkembangan fisik kota Medan. Sungai-sungai ini digunakan sebagai sumber air untuk masyarakat yang menduduki daerah sekitar sungai, sekaligus berfungsi sebagai drainase primer dalam rangka pengendalian banjir serta pembuangan air hujan. Kota Medan secara hidrologi dipengaruhi dan dikelilingi oleh beberapa sungai besar dan anak sungai seperti sungai Percut, sungai Deli, sungai Babura, Sei Belawan dan sungai-sungai lainnya.

Meskipun begitu, Medan saat ini masih “sakit” dan selalu mengalami banjir dimana-mana baik itu jalan besar seperti di Jalan Gatot Subroto dan Jalan Letda Sujono, maupun jalan-jalan kecil, bahkan disekitar area kampus Universitas Sumatera Utara yang menjadi kebanggaan anak Medan.

Maraknya desakan untuk perbaikan drainase dari masyarakat kepada Pemko Medan ternyata malah disalahgunakan para pemborong. Terlihat proyek dikerjakan asal-asalan dengan tidak memakai Bodem atau pemasangan batu di dasar saluran drainase. Pengerjaan juga dengan cara langsung mencor di tembok parit yang lama dengan tanpa mementingkan kualitas beton.

Bahkan sejumlah proyek juga tidak memakai papan nama sehingga disebut “proyek siluman”. Padahal hal tersebut jelas merupakan pelanggaran hukum UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Public (KIP) dan Perpres No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang Jasa Pemerintah.

proyek drainase siluman di area medan labuhan
proyek drainase siluman di area medan labuhan (sumber : metrosumut.com)

Hal ini diperparah dengan beberapa galian drainase yang membuat macet jalanan dan berdampak buruk terhadap kesehatan dan keindahan lingkungan sekitar.

galian drainase bikin macet jalanan
galian drainase bikin macet jalanan

 Transportasi Lengkap yang Merambah ke seluruh wilayah

Sebagai ibukota Sumatera Utara, Medan didukung penuh dengan berbagai macam transportasi mulai darat, laut dan udara. Untuk udara, Medan saat ini bangga dengan Bandara Internasional Kuala Namu yang seluas 1.365 Hektar. Sementara angkutan Laut didukung dengan adanya Pelabuhan Belawan, sedangkan transportasi darat meliputi Kereta Api, Bus, Mobil Angkutan Umum, Taksi, dan Becak Mesin. Bahkan di Medan juga mempunya 2 terminal angkutan umum darat yakni terminal amplas dan terminal Pinang Baris.

Berbagai Transportasi Umum di Medan
Berbagai Transportasi Umum di Medan

Tidak seperti kota “tetangga” lainnya seperti Binjai, Tanjung Morawa atau Pakam, Kota Medan sudah memiliki berbagai macam tansportasi dengan berbagai trayek yang telah merambah dan tersebar ke seluruh wilayahnya. Jadi bisa dikatakan hampir seluruh wilayah Medan ada jalur angkutan Umum yang siap mengantar. Ditambah lagi sudah adanya Go-Jek yang sudah masuk ke Medan sejak akhir 2015 sementara kota disekitarnya belum di dukung oleh Go-jek.

Untuk urusan transportasi, Medan memang terus berbenah. Dapat dilihat 2 proyek pembangunan jalan layang (fly over) sudah dapat dinikmati yakni fly over amplas yang panjangnya 1,45 Km dan fly over Jamin Ginting dengan panjang 1 Km. Jadi secara total Medan saat ini telah memiliki 4 fly over dengan 2 sebelumnya yakni fly over Brayan dan Fly Over Belmera. Semoga kedepan, rencana pembangunan Fly over Kampung Lalang segera terealisasi mengingat Kampung Lalang adalah salah satu titik kemacetan yang saat ini belum teratasi di pagi hari dan menjelang maghrib yang merupakan jalan satu-satunya menuju Binjai dan Aceh.

Banyak Perlintasan Kereta Api tanpa Plank yang Sangat Berbahaya

Ditengah semakin lancarnya perkeretaapian di Medan, ternyata tidak di ikuti dengan pembenahan keamanan disekitar perlintasan kereta api. Sampai saat ini masih banyak ditemukan perlintasan kereta api tanpa plank yang bahkan sering memakan korban jiwa. Seperti info terakhir adanya kecelakaan kereta api yang dialami oleh pengemudi sepeda motor di Helvetia bernama Jhoni Sinaga. Pria yang berusia 32 tahun ini harus rela kehilangan kakinya akibat ditabrak kereta api pada 27 Oktober 2016 silam.

Semoga pihak PT.KAI Medan bener-bener serius untuk mengatasi masalah kecelakaan dan keamanan ini.

perlintasan kereta api medan tanpa plang
perlintasan kereta api medan tanpa plang (sumber : posmetromedan.com)

Pengembangan Infrastruktur & Layanan Kesehatan Masyarakat

Berdasarkan data tahun 2009-2011 menunjukkan bahwa angka kematian bayi di Kota Medan semakin menurun dari 20/44175 bayi pada tahun 2009 menjadi 18/46295 bayi pada tahun 2011. Sedangkan untuk rata-rata angka kesakitan umum selama periode yang sama juga semakin membaik yaitu dari 18% menjadi 16,4%.

Derajat kesehatan masyarakat kota Medan yang relative semakin membaik tentunya tidak terlepas dari upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan yang dijalankan. Dalam kaitan tersebut, Pemko Medan dalam beberapa tahun terakhir telah melaksanakan kebijakan-kebijakan dan program-program yang mendukung pelayanan kesehatan masyarakat seperti rujukan, perbaikan gizi masyarakat, pencegahan dan pemberantasan penyakit menular, pengembangan dan pembinaan posyandu, peningkatan quality assurance di puskesmas, imunisasi dan dukungan kelembagaan kesehatan yang dibentuk.

Peningkatan kuliatas kesehatan masyarakat Kota Medan juga tidak terlepas dari semakin meningkatnya pelayanan kesehatan itu sendiri. Saat ini kota Medan pada sektor kesehatan dilayani oleh 50 Rumah Sakit Umum, 8 Rumah Sakit Ibu dan Anak, 3 Rumah Sakit Khusus, 6 Rumah Sakit Jiwa, 13 Puskesmas Perawatan Dan 26 Puskesmas Non Perawatan. Gambaran ini menunjukkan bahwa saat ini Kota Medan memang berada pada kondisi yang sangat memadai untuk menjaga kesehatan masyarakatnya.

Seluruh Rumah Sakit di Kota Medan telah memenuhi standar nasional dan bahkan sejumlah rumah sakit telah dan dan sedang dalam proses mencapai standar internasional seperti RS. Columbia Asia (standar Internasional), RS. Grand Medistra, RSUP Adam Malik, RSU Dr Pringadi, dan RS Lions yang dalam proses menuju standar internasional, dan bebeberapa Rumah sakit yang sedang dalam tahap mencapai standar internasional seperti RS. Islam Malahayati, RSU Permata Bunda, RS St. Elizabeth, RS Advent, RS Methodist, RS Mitra Medika dan RS Universitas Sumatera Utara.

RS. Columbia Asia medan (sumber : columbiasia.com)
RS. Columbia Asia medan (sumber : columbiasia.com)

Bisa jadi kedepan, Kota Medan akan menjadi tujuan masyarakat untuk daerah hinterland serta regional Sumatera Utara sebagai daerah tujuan pengobatan. Bahkan sangat terbuka peluang untuk membalikkan situasi dimana masyarakat di regional semenanjung Malaka akan menjadikan kota Medan sebagai daerah tujuan pengobatan.

Berkomentar yang Sopan di bawah ini 🙂

2 COMMENTS

  1. Kebetulan aku tinggak di tanjung morawa dekat dengan proyek pembangunan jalan tol kuala namu tebing tinggi ya memang betul kondisi hampir sama dengan yang abg tulis di artikel ini..

    yang paling terasa itu pembangunan drainase pas di pajak tanjung morawa wah situasinya udah becek, banjir dan kalo kering abunya ditambah memperparah kemacetan arela pajak itu..

    btw nice posting bang …

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here