Saying goodbye to Content Keywords

2

Zulfirman Pakar SEO Mendengar kalimat Saying goodbye to Content Keywords ini, banyak yang langsung berpikiran bahwa Google akan mengganti algoritma kembali. Menghajar konten-konten yang terlalu berfokus ke “content keyword”, bahkan ada yang sampai menghubungkan dengan penalty Keyword Stuffing.

Well, sebenarnya itu kebiasasaan beberapa orang Indonesia aja yang memang hobi sekedar membaca judul tanpa membaca dan memahami isi artikelnya.

Dari sumber yang tertera di https://webmasters.googleblog.com/…/saying-goodbye-to-conte…
dah jelas dikatakan tertulis :
“And so, the time has come to retire the Content Keywords feature in Search Console”
yang artinya kurang lebih pihak Google hanya menghilangkan salah satu fitur di Google Console (aka google webmaster) yakni “Content Keyword”.

Kenapa dihilangkan??
Jujur bagi ane sendiri fitur ini memang kurang bermanfaat dan membingungkan. Lihat gambar di bawah ini :

Saying goodbye to Content Keywords missing sample
Saying goodbye to Content Keywords missing sample

Dulu, dengan fitur “Content Keyword” kita bisa dengan mudah mengetahui seperti apa web kita dimata google. keyword2 aja yg terbanyak dilihatnya dari web kita.

Namun, ga seperti layanan keyword density tools pihak ketiga,,
Fitur dari google ini betul-betul membingungkan. Karena memang keseluruhan konten baik 1 web ataupun 1 artikel adalah keyword baik itu keyword tunggal, 2 kata, 3 kata, 4 kata atau beberapa kata yang panjang seperti “Keunggulan Menggunakan Top Domain Level .net/.com
itu semua memang belum bisa di check dari fitur Content Keyword di GWT sebelumnya.

Yah, jadi lebih baik dihilangkan aja. hehehe

Trus, bagaimana cara kita visitor datang berkunjung ke web kita dari keyword apa aja?
Mudah, langsung aja buka Google Console
klik menu Search Traffic

sample google webmaster query
sample google webmaster query

di sana akan terlihat kumpulan keyword lengkap dengan data click, impressi,dan posisi web kita di SERP.

Jadi kalau ada juga yang mengatakan,
“yaudah, gara-gara hal ini kita tinggalin aja google analytic, kita ganti dengan histat”

Jujur ane jawab, ga perlu ganti juga kalee..
Ane memang lebih suka pake kolaborasi google analytic + google console. Toh keyword masuk juga masih bisa dilihat di analytic, juga data-data lengkap lainnya.

Ditambah lagi code histat kadang bisa bikin buruk score gtmetrix. blum kalau di histat itu visitor dari bot (alias bukan manusia) juga tetap dihitung, itulah pehape ala histat merasi visitor kita banyak padahal bot, hehehe 😀

2 Comments
  1. Syaifurrahman says

    Mantab mas Firmahn
    Berarti g usah pindah donk dari analytic, setuju mas kali kombinasi memang lebih mantab.

    1. firmahn
      firmahn says

      data pun lebih lengkap untuk kita analisa & evaluasi lagi menjadi lebih baik. hehehe

Leave A Reply

Your email address will not be published.